Hari ke 4, Jum’at, Tanggal 19 Agustus 2011
Kegiatan hari keempat dimulai briefing singkat dengan SIBAT dan sesuai dengan hasil briefing kemarin malam bahwa tim akan tetap dibagi menjadi 5 diantaranya Tim 1 akan memetakan sungai. Tim 2 akan memetakan gang / jalan desa. Tim 3, 4 dan 5 akan memetakan Perumahan. Semua tim bisa berkumpul di Kantor Desa pukul 17.00 wib.
Hasil Evaluasi :
Sungai sudah selesai.
Perumahan sudah selesai.
Gang / Jalan Desa sudah selesai.
Dan setelah adzan magrib dan makan malam kami akan memulai untuk menggambar Peta, dimulai dengan mempersiapkan alat dan bahan untuk menggambar Peta. Pembuatan peta pertama yang akan dibuat yaitu Peta Overlay (Peta Tumpang Susun) kurang lebih pukul 23.00 WIB Peta Overlay selesai dibuat dan dilanjutkan dengan pembuatan Peta Display (Peta Dinding).
Rabu, 21 September 2011
Risk Mapping Desa Nagha II Kec. Tamako Kab. Kepulauan Sangihe SULUT
Risk Mapping Desa Nagha II Kec. Tamako Kab. Kepulauan Sangihe SULUT
Hari ke 3, Kamis, Tanggal 18 Agustus 2011
Setelah kemarin libur dan untuk hari ini baru mulai pukul 09.00 wib kegiatan hari ketiga baru bisa dimulai briefing singkat dengan SIBAT dan sesuai dengan hasil briefing kemarin malam bahwa tim akan tetap dibagi menjadi 5 diantaranya Tim 1 akan memetakan batas Desa yang di Pantai dan kalau sudah selesai langsung akan memetakan Sungai. Tim 2 akan memetakan daerah Bahaya, Rentan dan Risiko. Tim 3 akan memetakan Jalur Evakuasi. Tim 4 dan 5 akan memetakan Perumahan. Semua tim bisa berkumpul di Kantor Desa pukul 17.00 wib.
Hasil Evaluasi :
Batas Daerah Bahaya, Rentan dan Risiko khusunya untuk banjir sudah selesai.
Perumahan baru 2 lindongan (lingkungan) yang baru selesai.
Jalur Evakuasi Sudah selesai.
Batas Desa untuk Pantai sudah selesai.
Untuk sungai baru 2 sungai yang sudah selesai.
Hasil Briefing untuk besok : Tim akan tetap dibagi menjadi 5 :
Tim 1 akan memetakan sungai.
Tim 2 akan memetakan gang / jalan desa.
Tim 3, 4 dan 5 Perumahan untuk 3 lindongan lagi.
Risk Mapping Desa Nagha II Kec. Tamako Kab. Kepulauan Sangihe SULUT
Hari ke 2, Rabu, Tanggal 17 Agustus 2011
Karena dijadwal libur dulu untuk hari kedua ini, kebetulan semua masyarakat Desa mengikuti upacara dan perlombaan di Kantor Kecamatan Tamako sehingga kita hanya mengolah data saja di rumah.
Hasil Briefimg untuk besok : Tim akan dibagi menjadi 5 :
Tim 1 akan memetakan batas Desa yang di Pantai dan kalau sudah selesai langsung akan memetakan Sungai.
Tim 2 akan memetakan daerah Bahaya, Rentan dan Risiko.
Tim 3 akan memetakan Jalur Evakuasi.
Tim 4 dan 5 akan memetakan Perumahan.
Risk Mapping Desa Nagha II Kec. Tamako Kab. Kepulauan Sangihe SULUT
Hari ke 1, Selasa, Tanggal 16 Agustus 2011
Pukul 10.00 WIB kegiatan hari pertama dimulai briefing singkat dengan SIBAT meskipun perjanjian kemarin pukul 08.00 Wib dan sesuai dengan hasil briefing kemarin bahwa tim akan dibagi menjadi 5 diantaranya Tim 1 dan 2 akan memetakan batas Desa, Tim 3 akam memetakan Perumahan, Tim 4 akan memetakan Sumber Kehidupan, Tim 5 akan memetakan Kapasitas. Karena saya membawa GPS sendiri jadi saya dan widya memetakan Jalan dan Taing Listrik di Desa Nagha II. Untuk Sumber Kehidupan dan Kapasitas pukul 15.00 Wib sudah selesai dan bisa langsung ditransfer datanya ke Laptop. Sedangkan untuk tim batas Desa dan tim perumahan baru pukul 18.00 WIB tim kembali ke Kantor Desa dan datanya pun langsung ditransfer ke laptop.
Hasil Evaluasi :
Sumber Kehidupan dan Kapsitas sudah selesai.
Perumahan baru 1 lindongan (lingkungan) 2 saja dan belum selesai semuanya.
Jalan dan Tiang Listrik Sudah selesai.
Batas Desa pengunungan sudah selesai tinggal batas Desa yang dipantainya.
Hasil Briefing untuk besok :
Karena sesuai jadwal bahwa besok libur dulu karena masyarakat desa akan Upacara dan mengikuti perlombaan agustusan di Kantor Kecamatan Tamako sehingga kami akan melakukan pengolahan data yang sudah didapat saja.
Selasa, 20 September 2011
Risk Mapping Dea Nagha II Kec.Tamako Kab. Kepulauan Sangihe SULUT
Hari Senin, Tanggal 15 Agustus 2011
Setelah merasakan gelombang laut yang lumayan membuat goyang Kapal yang lumayan sangat besar tepat pukul 05.30 Wib akhirnya kami juga sampai di Pelabuhan Tahuna Kepulauan Sangihe. Setelah menunggu mengantri untuk turun dari kapal tepat pukul 06.00 Wib kami pun bisa menginjakan kaki di darat pelabuhan Tahuna, dan kami dijemput oleh Kepala Markas sdr. Vanny dan KSR sdr. Jaya menggunakan mobil Kijang. Dari Pelabuhan kami langsung menuju Desa Nagaha II dan melewati 3 Desa yang lainnya. Kebetulan di Desa Nagha II saya akan Home Stay. Pukul 08.30 Wib akhirnya kami pun sampai di Kantor Desa Nagha II Kec. Tamako, setelah mengambil semua barang di mobil kami pun menuju rumah yang akan dijadikan Home Stay kami selama melakukan Pemetaan yang jaraknya bersebrangan dengan kantor Desa Nagha II. Setelah beristirahat sebentar pukul 09.00 Wib saya langsung melakukan memberikan orientasi tentang pemetaan dan juga penggunaan GPS sampai dengan para Sibat mempraktekan penggunaan GPS disekitar depan kantor Desa Nagha II (KSR Spesialis dan SIBAT mencoba menggunakan GPS yang lebih ditekankan ke penggunaan Mark dan Track). Setelah selesai mencoba penggunaan GPS, kami langsung melakukan pembagian tim dan briefing untuk pemetaan hari pertama. Kurang lebih pukul 13.30 wib setelah selesai orientasi dan briefing di Desa Nagha II kami pun berangkat menuju Kantor Desa Barangkalang yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Desa Nagha II, karena merupakan desa yang tetanggaan.
Setelah sampai di Kantor Desa Barangkalang saya langsung melakukan memberikan orientasi tentang pemetaan dan juga penggunaan GPS sampai dengan para Sibat mempraktekan penggunaan GPS disekitar depan kantor Desa Barangkalang seperti di Desa Nagha II (KSR Spesialis dan SIBAT mencoba menggunakan GPS yang lebih ditekankan ke penggunaan Mark dan Track). Setelah selesai mencoba penggunaan GPS, kami langsung melakukan pembagian tim dan briefing untuk pemetaan hari pertama.
Kurang lebih pukul 18.00 wib setelah selesai orientasi dan briefing di Desa Barangkalang, Saya, Korlap Provinsi, Korlap Kabupaten, Akuntan, 3 orang KSR perwakilan Provinsi dan 12 orang KSR Spesialis Sangihe melakukan briefing untuk pembagian tim di dua desa tersebut, dan akhirnya diputuskan untuk saya akan bulak balik antara Desa Nagha II dan Desa Barangkalang, Widya (KSR Perwkilan Propinsi), 1 orang Akuntan dan 6 orang KSR Spesialisasi akan membantu di Desa Nagha II sedangkan untuk Rico dan Prety (Staf dan KSR Perwkilan Propinsi) dan 6 orang KSR Spesialisasi akan membantu di Desa Barangkalang. Setelah selesai saya pun berangkat menuju rumah di Desa Nagha II untuk beristirahat dan menyiapkan peralatan buat besoknya pemetaan.
Hasil Briefing : Tiap Desa akan dibagi menjadi 5 tim. Tim 1 dan 2 akan memetakan batas Desa, Tim 3 akam memetakan Perumahan, Tim 4 akan memetakan Sumber Kehidupan, Tim 5 akan memetakan Kapasitas. Dan mulai pukul 08.00 Wib kita sudah bisa mulai dengan tugasnya masing-masing.
Risk Mapping Desa Nagha II Kec.Tamako Kab. Kepulauan Sangihe SULUT
Hari Minggu, Tanggal 14 Agustus 2011
Pukul 23.00 Wib berangkat dari rumah menggunakan Taxi menuju Pool Bis Primajasa untuk menuju ke Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta. Tepat pukul 00.30 Wib sesuai dengan jadwal keberangkatan Bis langsung meluncur dari poolnya. Kurang lebih hanya butuh waktu 2,5 jam untuk dapat sampai ke Bandara tepatnya pukul 03.00 Wib sampai di Bandara. Setelah sahur kurang lebih pukul 04.30 Wib bertemu dengan Ibu Dewi untuk briefing tentang Pemetaan yang akan dilakukan di Lobi Bandara skalian menitipkan GPS yang akan digunakan di Sangihe.
Setelah selesai briefing, saya langsung cek in karna jadwal pemberangkatan pesawatnya jam 05.40 Wib. Kurang lebih butuh waktu 4 jam untuk sampai di Bandara Samratulangi Kota Manado. Sesampainya di Bandara Samratulangi saya dijemput Korlap Provinsi sdr. Percy dan KSR Kota Manado sdri. Prrety. Dari Bandara kami menuju tempat pembelian tiket Kapal Laut untuk nanti malam menyebrang ke Kepulauan Sangihe. Setelah membeli tiket lalu kami menuju Markas Provinsi Sulawesi Utara.
Pukul 17.30 Wib kami berangkat menuju Pelabuhan Manado untuk naik Kapal Laut yang akan membwa kami ke Kepulauan Sangihe yang pemberangkatan Kapal jam 18.30 Wib seperti tertera di tiket. Ternyata pukul 20.00 Wib kapalbaru berangkat, lumayan perjalanan yang sangat panjang setelah di pesawat hampir 4 jam di udara sekarang merasakan diatas laut hampir 7 jam dikapal laut, dan menyebrangi lautan yang lumayan besar juga ombaknya. Untungnya kita dapat kamar dan bisa beristirahat dan menikmati malam didalam kamar meskipun harus berpanasria karena tanpa AC sama sekali.
Rabu, 22 Juni 2011
Mapping @Desa Labuhan Lalar Kec. Taliwang Kab. Sumbawa Barat NTB
Hari ke 7, tanggal 02 Juni 2011
Pukul 09.00 WITA kegiatan hari ketujuh dimulai dengan berangkat dari Markas PMI Kab. Sumbawa Barat menuju Kantor Desa Labuhan Lalar, setelah sampainya di Kantor Desa kami langsung mempresentasikan Peta kepada undangan yang sudah berada di Kantor Desa Labuhan Lalar. Pertama-tama sambutan dari sdr. Abdurrasyid sekaligus membuka acara, lalu dilanjutkan sambutan dari Kepala Desa dan sedikit memberikan gambaran tentang kegiatan Pemetaan yang telah dilakukan oleh PMI, setelah selesai dilanjutkan dengan sambutan dari Delegasi dari Hongkong Red Cross Ibu Giene Iven dan dilanjutkan oleh saya untuk memberikan gambaran tentang peta yang telah dibuat dari mulai tentang Lifeline, Kondisi Perumahan, Letak-letak sumber kehidupan, Kapasitas yang ada, Batas daerah bahaya, rentan dan risiko serta jalur evakuasinya. Pukul 13.00 WITA alhamdulillah akhirnya selesai juga kegiatan presentasinya. Setelah meminta ijin kepada Kepala Desa, Sibat dan masyarakat Desa Labuhan Lalar kami berangkat pulang menuju Lombok Timur.
Baca Selengkapnya......
Mapping @Desa Labuhan Lalar Kec. Taliwang Kab. Sumbawa Barat NTB
Hari ke 5, tanggal 31 Mei 2011
Pukul 09.00 WITA kegiatan hari kelima dimulai dengan menyiapkan peralatan dan kebutuhan untuk menggambar skalian menunggu kedatangan Kepala Desa untuk meminta persetujuan beliau tentang peta yang sudah dibuat. Baru setelah makan siang akhirnya Kepala Desa bisa datang dan melihat Peta yang telah dibuat, dan setelah mendapatkan persetujuan beliau langsung kita mulai pembuatan peta Overlay sampai pukul 18.00 WITA akhirnya peta Overlay selesai digambar. Lalu KSR dan SIBAT dibagi menjadi dua tim, yang satu tim membuat Peta Display dan yang tim dua melakukan analisa pemetaan risiko Desa Labuhan Lalar sampai pukul 23.00 WITA baru beres melakukan analisa sedangkan Peta Display pukul 05.00 WITA baru beres.
Hari ke 6, tanggal 01 Juni 2011
Kegiatan hari ke enam setelah beristirahat pukul 10.00 WITA kami melakukan finishing untuk Peta Display dan pukul 15.00 WITA Finishing Peta selesai sampai dengan dibungkus menggunakan plastik, lalu kami membersihkan Kantor Desa karena besoknya akan digunakan untuk mempresentasikan Peta kepada Aparat Desa, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat Desa Labuhan Lalar. Pukul 17.00 WITA kami merapat ke Markas PMI Kab. Sumbawa Barat dan beristirahat.
Baca Selengkapnya......
Mapping @Desa Labuhan Lalar Kec. Taliwang Kab. Sumbawa Barat NTB
Hari ke 4, tanggal 30 Mei 2011
Pukul 09.00 WITA kegiatan hari keempat dimulai briefing singkat dengan SIBAT tentang hasil yang didapat setelah 3 hari pemetaan di Desa Labuhan Lalar, dan lalu pukul 11.00 Wita dilanjutkan dengan menyiapkan bahan-bahan untuk membuat peta overlay dan peta Display/Dinding. Rencananya setelah makan siang mau berkordinasi dengan Kapala Desa untuk meminta persetujuannya supaya Peta yang sudah dibuat bisa mulai digambar, tapi karena Kepala Desa lagi berangkat ke Mataram jadi kita harus menunggu beliau dan untuk menggambar Peta pun terpaksa ditunda. Sementara menunggu kedatangan Kepala Desa para Sibat dan KSR menyiapkan gambar-gambar untuk legenda. Samapai menjelang malam kita menunggu Kepala Desa ternyata beliau tidak pulang dan kita berkordinasi kepada Sekertaris Desa untuk bisa meminta persetujuannya supaya Peta bisa digambar tetapi Sekdes ga bisa memutuskan katanya tetap harus menunggu Kepala Desa supaya lebih kuat saja landasan hukumnya dan setelah sepakat kita akan menunggu Kepala Desa akhirnya kita pulang ke Markas PMI Kab. Sumbawa Barat , ada beberapa KSR dan Sibat yang menginap di Kantor Desa untuk menjaga barang-barang dan peralatan.
Baca Selengkapnya......
Mapping @Desa Labuhan Lalar Kec. Taliwang Kab. Sumbawa Barat NTB
Hari ke 3, tanggal 29 Mei 2011
Alhamdulillah semua data Sumber Kehidupan, Kapasitas, Jalan dan Gang, Sungai dan batas Dusun selesai di olah. Pukul 09.00 WITA kegiatan hari ke tiga seperti hari kemarin dimulai briefing singkat dengan SIBAT bahwa tim akan tetap
5 tim akan memetakan batas kebun, sawah dan tambak tiap Dusun.
1 tim menyelesaikan batas Desa pegunungan yang kemarin belum selesai.
2 tim memetakan batas Kerentanan dan daerah yang berisiko.
1 tim memetakan Jalur Evakuasi.
1 tim memetakan saluaran air bersih untuk digunakan warga.
Pukul 18.00 WITA tim kembali ke semua tim sudah bisa kembali ke Kantor Desa Labuhan Lalar dan seperti kemarin data yang di GPS langsung ditransper ke MapSource, setelah selesai lalu kami pulang ke Markas PMI Kab. Sumbawa Barat.
Sesampainya di Markas PMI Kab. Sumbawa Barat, sama seperti hari kemarin semua tim mengolah data yang sesuai dengan tugasnya masing-masing (5 tim batas kebun, sawah dan tambak, 1 tim Batas Desa, 2 tim batas kerentanan dan daerah yang berisiko, 1 tim memetakan jalur evakuasi dan 1 tim memetakan jalur air bersih).
Baca Selengkapnya......
Mapping @Desa Labuhan Lalar Kec. Taliwang Kab. Sumbawa Barat NTB
Hari ke 2, tanggal 28 Mei 2011
Alhamdulillah semua data perumahan dan tiang listrik bisa komplit. Pukul 09.00 WITA kegiatan hari kedua dimulai briefing singkat dengan SIBAT dan sesuai dengan hasil briefing bahwa tim akan dibagi menjadi 10 tim diantaranya :
5 tim akan memetakan Sumber Kehidupan dan Kapasitas tiap Dusun.
1 tim menyelesaikan batas Desa pegunungan yang kemarin belum selesai.
1 tim menyelesaikan batas Desa Pantai yang kemarin belum selesai.
1 tim memetakan jalan dan gang yang belum selesai.
1 tim memetakan sungai.
1 tim memetakan batas Dusun.
Pukul 18.00 WITA tim kembali ke semua tim sudah bisa kembali ke Kantor Desa Labuhan Lalar dan seperti kemarin data yang di GPS langsung ditransper ke MapSource, setelah selesai lalu kami pulang ke Markas PMI Kab. Sumbawa Barat.
Sesampainya di Markas PMI Kab. Labuhan Lalar, sama seperti hari kemarin semua tim mengolah data yang sesuai dengan tugasnya masing-masing (5 tim Perumahan, 2 tim Batas Desa, 1 tim Jalan dan gang, 1 tim Sungai dan 1 tim batas Dusun).
Mapping @Desa Labuhan Lalar Kec. Taliwang Kab. Sumbawa Barat NTB
Hari ke 1, tanggal 27 Mei 2011
Pukul 09.00 WITA berangkat dari Markas PMI Kab. Sumbawa Barat menuju Desa Labuhan Lalar dengan menggunakan beberapa motor dan mobil program untuk mengangkut peralatan dan personil. Kurang lebih pukul 09.30 WITA kami sampai ke di Kantor Desa Labuhan Lalar lalu dilanjutkan dengan briefing bersama SIBAT dan KSR, sesuai dengan keputusan briefing bahwa tim dibagi menjadi 9 yaitu :
Tim 1 sampai 5 akan memetakan Perumahan (1 tim memetakan perumahan satu dusun dan di Desa Labuhan Lalar terdapat 5 Dusun).
Tim 6 dan 7 akan memetakan batas Desa dengan cara dibagi menjadi 2, yang Tim 6 akan memetakan batas Desa Pegunungan dan tim 7 akan memetakan batas Desa Pantai.
Tim 8 akan memetakan jalan raya.
Tim 9 akan memetakan Tiang Listrik.
dan satu GPS lagi digunakan untuk memback-up batas Desa Pegunungan. Pukul 11.00 WITA semua tim mulai bergerak sesuai dengan tugasnya masing-masing dan pukul 18.00 WITA semua tim sudah bisa kembali ke Kantor Desa Labuhan Lalar dan data yang di GPS langsung ditransper ke MapSource, setelah selesai lalu kami pulang ke Markas PMI Kab. Sumbawa Barat.
Sesampainya di Markas PMI Kab. Labuhan Lalar, semua tim mengolah data yang sesuai dengan tugasnya masing-masing (5 tim Perumahan, 2 tim Batas Desa, 1 tim Jalan dan 1 tim Tiang listrik).
Baca Selengkapnya......
Mapping @Desa Labuhan Lalar Kec. Taliwang Kab. Sumbawa Barat NTB
Tanggal 25 Mei 2011
Pukul 08.00 WIB berangkat menuju Markas Pusat untuk mengambil GPS dan debrief dengan Bpk. Teguh mengenai Pemetaan Risiko di NTB, Pukul 13.30 WIB baru merapat ke Bandara Soe-Tta dan pukul 17.30 WIB Pesawat Take Off menuju Bandara Selaparang di NTB. Sekitar 2 jam perjalanan yang ditempuh dari Jakarta s- NTB. Sesampaiy di Bandara dijemput oleh Korlap (Sahabudy K W) dan Akuntan (Parwita W) dan perjalanan pun dilanjutkan ke Markas Provinsi NTB untuk membawa perlengkapan dan peralatan untuk pemetaan terus langsung merapat ke Markas PMI Lombok Timur untuk menginap supaya besoknya untuk menuju PMI Kab. Sumbawa Barat tidak terlalu jauh. Sesampainya di Markas PMI Kab. Lombok Timur pukul 23.00 WITA kami langsung beristirahat.
Tanggal 26 Mei 2011
Pukul 09.00 WITA berangkat menuju Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur untuk menyebrang ke Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa Barat, perjalanan yang ditempuh hampir 4 jam untuk sampai di Markas PMI Kab. Sumbawa Barat. Sesampainya di Markas PMI Kab. Sumbawa Barat saya beserta Budy, Wita dan 3 orang KSR Lombok beristirahat sejenak sebelum merapat ke Desa Labuhan Lalar untuk memberikan debriefing kepada Sibat tentang pemetaan dan penggunaan GPS.
Pukul 15.00 Wita berangkat dari Markas PMI Kab. Sumbawa Barat menuju Kantor Desa Labuhan Lalar, pukul 15.30 akhirnya kami sampai di Desa Labuhan Lalar sambil menunggu Sibat kami mempersiapkan alat yang mau digunakan untuk Orientasi. Pukul 16.00 Wita debriefing untuk pelaksanaan pemetaan risiko desa program ICBRR/PERTAMA dimulai dengan pembukaan oleh Akuntan lalu dilanjutkan sambutan oleh Korlap Provinsi sdr. Sahabudy Kusuma Wijaya lalu dilanjutkan oleh Fasilitator Menir tentang cara pemetaan risiko yang akan dilakukan besoknya sampai pukul 16.30 WITA terus dilanjutkan dengan mengulang penggunaan GPS oleh fasilitator sampai dengan pukul 18.00 WITA (KSR Spesialis dan SIBAT mencoba menggunakan GPS yang lebih ditekankan ke penggunaan Mark dan Track).
Senin, 07 Maret 2011
Sistem koordinat geografi
Sistem koordinat geografi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Peta Bumi yang menunjukkan garis-garis lintang (horizontal) dan bujur (vertikal)
Sistem koordinat geografi digunakan untuk menunjukkan suatu titik di Bumi berdasarkan garis lintang dan garis bujur.
Garis lintang yaitu garis vertikal yang mengukur sudut antara suatu titik dengan garis katulistiwa. Titik di utara garis katulistiwa dinamakan Lintang Utara sedangkan titik di selatan katulistiwa dinamakan Lintang Selatan.
Garis bujur yaitu horizontal yang mengukur sudut antara suatu titik dengan titik nol di Bumi yaitu Greenwich di London Britania Raya yang merupakan titik bujur 0° atau 360° yang diterima secara internasional. Titik di barat bujur 0° dinamakan Bujur Barat sedangkan titik di timur 0° dinamakan Bujur Timur.
Suatu titik di Bumi dapat dideskripsikan dengan menggabungkan kedua pengukuran tersebut.
Meridian (geografi)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Meridian Utama di Greenwich, Inggris
Dalam geografi, meridian adalah sebuah garis khayal pada permukaan bumi, tempat kedudukan titik-titik dengan bujur yang sama, menghubungkan kutub utara dan kutub selatan. Dengan demikian setiap titik di permukaan bumi memiliki meridiannya sendiri-sendiri. Sebuah titik di suatu meridian ditentukan posisinya oleh lintang. Setiap meridian selalu tegak lurus dengan lingkaran lintang. Tiap-tiap meridian memiliki panjang yang sama, yaitu setengah dari lingkaran besar bola bumi.
Meridian yang melewati instrumen fundamental (lingkaran transit) yang ada di Observatorium Greenwich, Inggris, berdasarkan persetujuan internasional dianggap sebagai Meridian Utama atau Meridian Standar. Meridian ini memiliki arti bujur nol derajat. Meridian lainnya diidentifikasi dengan sebuah sudut yang dibentuk oleh perpotongan antara bidang meridian tersebut dan bidang Meridian Utama. Meridian pada sisi bumi yang berlawanan dengan Greenwich (yang merupakan setengah lingkaran lain dari sebuah lingkaran yang melewati Greenwich) adalah bujur 180°. Meridian lainnya terletak antara 0° dan 180° bujur barat di hemisfer barat (barat Greenwich) dan antara 0° dan 180° bujur timur di hemisfer timur (timur Greenwich).
Istilah "meridian" berasal dari bahasa Latin, meridies, yang berarti "tengah hari" (atau "midday" dalam bahasa Inggris); Matahari melintasi titik di atas suatu meridian yang merupakan titik setengah jalan lintasannya antara saat terbit dan tenggelam. Akar kata Latin yang sama digunakan juga untuk menyebut istilah A.M. dan P.M. yaitu suatu pernyataan waktu untuk memisahkan jam-jam dalam satu hari ketika dinyatakan dalam sistem 12 jam.
Meridian (astronomi)
Meridian (astronomi)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Dalam astronomi, meridian pengamat adalah sebuah lingkaran besar khayal pada bola langit yang melewati zenit dan titik utara/selatan horison. Lingkaran besar ini selanjutnya melewati kutub utara langit dan kutub selatan langit dan tegak lurus horison lokal.
Meridian atas adalah setengah lingkaran meridian yang ada di atas horison dan meridian bawah adalah setengah lingkaran meridian yang ada di bawah horison. Meridian pengamat suatu tempat adalah khas tempat itu. Setiap saat, akibat rotasi Bumi, benda-benda langit akan bergantian melewati meridian lokal pengamat. Suatu bintang akan dikatakan transit atau kulminasi atas jika bintang tersebut berada di meridian atas pengamat, dan dikatakan kulminasi bawah jika berada di meridian bawah pengamat.
Lingkaran besar
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Lingkaran besar pada sebuah bola adalah sebuah lingkaran yang memotong bola menjadi dua bagian sama besar
Dalam geometri bola, lingkaran besar adalah lingkaran pada permukaan sebuah bola yang memiliki keliling yang sama dengan keliling bola tersebut. Dengan kata lain, lingkaran besar pada sebuah bola adalah lingkaran yang memiliki pusat yang sama dengan pusat bola tersebut. Sebuah lingkaran besar adalah lingkaran yang dibentuk oleh perpotongan sebuah bidang yang melewati pusat sebuah bola dengan permukaan bola tersebut. Lingkaran besar adalah lingkaran terbesar yang dapat dibuat pada sebuah permukaan bola. Sebuah lingkaran besar pada sebuah bola pasti akan memotong bola tersebut menjadi dua bagian sama besar.
Lingkaran apapun pada permukaan bola yang tidak memotong bola menjadi dua bagian sama besar disebut sebagai lingkaran kecil. Lingkaran besar dan lingkaran kecil dapat melewati dua buah titik yang sama pada permukaan bola.
Pada kasus Bumi, contoh sederhana dari sebuah lingkaran besar adalah lingkaran ekuator Bumi. Semua bujur Bumi juga dapat dianggap sebagai lingkaran besar dengan asumsi Bumi adalah sebuah bola. Semua lingkaran lintang, selain lintang 0 derajat, adalah lingkaran kecil. Jarak terpendek yang menghubungkan dua buah tempat di permukaan Bumi pasti dibentuk oleh sebuah busur lingkaran besar Bumi. Jarak terpendek ini disebut sebagai sebuah geodesik Bumi.
Pada kasus bola langit, lingkaran ekliptika dan lingkaran ekuator langit adalah sebuah lingkaran besar dari bola langit. Baca Selengkapnya......
Garis bujur
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Peta Bumi, memperlihatkan garis-garis bujur, yang nampak melengkung dan vertikal pada proyeksi ini, namun sebenarnya garis-garis bujur tersebut merupakan setengah dari sebuah lingkaran besar bumi.
Tiap lokasi di bumi dapat dinyatakan dengan garis bujur (tegak) dalam satuan derajad (yaitu letak timur atau barat dari garis 0° Greenwich (kota London)
Bujur kadangkala dinotasikan oleh abjad Yunani λ, menggambarkan lokasi sebuah tempat di timur atau barat Bumi dari sebuah garis utara-selatan yang disebut Meridian Utama. Longitude diberikan berdasarkan pengukuran sudut yang berkisar dari 0° di Meridian Utama ke +180° arah timur dan −180° arah barat. Tidak seperti lintang yang memiliki ekuator sebagai posisi awal alami, tidak ada posisi awal alami untuk bujur. Oleh karena itu, sebuah dasar meridian harus dipilih. Meskipun kartografer Britania Raya telah lama menggunakan meridian Observatorium Greenwich di London, referensi lainnya digunakan di tempat yang berbeda, termasuk Ferro, Roma, Kopenhagen, Yerusalem, Saint Petersburg, Pisa, Paris, Philadelphia, dan Washington, D.C.. Pada 1884, Konferensi Meridian Internasional mengadopsi meridian Greenwich sebagai Meridian utama universal atau titik nol bujur.
Dalam bahasa Indonesia bujur di sebelah barat Meridian diberi nama Bujur Barat (BB), demikian pula bujur di sebelah timur Meridian diberi nama Bujur Timur (BT). Nama-nama ini tidak dijumpai dalam bahasa Inggris. Bujur Barat dan Bujur TImur merupakan garis khayal yang menghubungkan titik Kutub Utara dengan Kutub Selatan bumi dan menyatakan besarnya sudut antara posisi bujur dengan garis Meridian. Garis Meridian sendiri adalah bujur 0 derajat. Baca Selengkapnya......
Garis lintang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Peta Bumi yang menunjukkan garis lintang yang pada proyeksi ini lurus horizontal, namun sebenarnya melingkar dengan radius yang berbeda-beda.
Dalam geografi, garis lintang adalah garis khayal yang digunakan untuk menentukan lokasi di Bumi terhadap garis khatulistiwa (utara atau selatan). Posisi lintang biasanya dinotasikan dengan simbol huruf Yunani φ. Posisi lintang merupakan penghitungan sudut dari 0° di khatulistiwa sampai ke +90° di kutub utara dan -90° di kutub selatan.
Ko-lintang adalah tambahan dari lintang.
Dalam bahasa Indonesia lintang di sebelah utara khatulistiwa diberi nama Lintang Utara (LU), demikian pula lintang di sebelah selatan khatulistiwa diberi nama Lintang Selatan (LS). Nama-nama ini tidak dijumpai dalam bahasa Inggris. Lintang Utara Lintang Selatan menyatakan besarnya sudut antara posisi lintang dengan garis Khatulistiwa. Garis Khatulistiwa sendiri adalah lintang 0 derajat.
[sunting]Pembagian
Setiap derajat lintang dibagi menjadi 60 menit (satu menit lintang mendekati satu mil laut atau 1852 meter, yang kemudian dibagi lagi menjadi 60 detik. Untuk keakurasian tinggi detik digunakan dengan pecahan desimal.
[sunting]Lintang yang penting
Lintang yang cukup penting adalah Garis Balik Utara (23°27′ LU), Garis Balik Selatan (23°27′ LS), Lingkaran Arktik (66°33′ LU), dan Lingkaran Antarktik (66°33′ LS).
Hanya antara kedua Garis Balik matahari dapat berada di zenith. Hanya di utara Lingkaran Arktik atau selatan Lingkaran Antarktik matahari tengah malam dapat terjadi Baca Selengkapnya......






